Mengatasi Anak Yang Susah Makan

Punya anak yang susah makan? pastinya sebagai orang tua Anda akan merasa kerepotan ya. Belum lagi jika buah hati disertai dengan penurunan berat badan dan pikiran khawatir mengenai ada tidaknya penyakit yang hinggap pada si kecil.

Mengatasi Anak Yang Susah MakanSeperti yang dialami oleh pasangan sebut saja Yayuk, yang memiliki anak berusia 5 tahun dengan berat badan hanya 14 Kg dan tinggii 115 cm. Putri Yayuk, Melinda kurang memiliki nafsu makan. Apalagi jika sedang ingin makan Melinda hanya menghabiskan satu piring kecil nasi.

Menurut seorang psikolog Yudi Suharsono, MSi, makan adalah proses pendidikan berulang atau repetisi yang membutuhkan keterlibatan kasih sayang dan kesabaran.

Saat-saat kritis dimana anak akan susah makan adalah saat pergantian ASI atau susu formula dengan makanan yang agak lebih bertekstur seperti bubur susu, nasi tim yang sudah disaring, atau puree. Apalagi peralihan ini berlangsung dengan sempurna dan tidak ada gangguan maka bisa jadi proses makan bagi buah hati akan berjalan dengan semestinya.

Masalah yang dialami oleh ibu Yayuk kemungkinan besar adalah Melinda memiliki karakteristik sebagai pemilih makanan (picky eater) jadi si anak hanya mau mengkonsumsi makanan jenis tertentu.

Sebagai orang tua maka kita tidak boleh berputus asa jika menemukan anak seperti ini. Langkah pendekatan yang wajib dilakukan kita sebagai orang tua adalah berbicara dari hati hati dengan si anak mengenai pentingnya makanan bagi pertumbuhan tubuh.

Anda bisa melakukan percakapan ini sembari melakukan permaian dengan si anak. Dengan begini si anak bisa memahami apa yang ingin Anda sampaikan dengan baik.

Jangan lupa ajari si buah hati untuk makan sendiri tanpa disuapi. Walau hal ini awalnya sulit dimana si anak hanya makan dalam jumlah yang sedikiti akan tetapi jika dilakukan secara erulang akan menjadikan kebiasaan bagi anak.

Bila perlu ajaklah setiap hari minimal satu kali si anak makan bersama kedua orang tuanya. Berikan contoh bagaimana cara makan yang baik sembari ngobrol bersama. Dengan cara ini maka anak akan meniru tindak tanduk orang tua saat makan. Ingat anak cenderung mencontoh apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

Satu lagi yaaaa jangan lupa si buah hati dibawa ke dokter agar dilakukan pemeriksaan. Bisa jadi anak mengidap penyakit tertentu yang membuat nafsu makannya semakin menurun.

Mendidik Anak Yang Suka Mengatur Temannya

Bunda punya buah hati yang saat bermain suka mengatur teman-temannya? Coba deh Bunda amati saat si kecil bermain apakah dia suka mengontrol rekan-rekannya dengan mengatakan harus begini, begitu pokoknya semua perkataannya harus dituruti oleh temannya.

Ketahui watak buah hati

Kepribadian anak ada beraneka ragam. Dinataranya yaitu aktif, pasif, suka mengatur, atau bahkan lebih suka diatur. Nah memiliki anak dengan watak yang suka mengatur memang memiliki kelebihan sekalugus kekurangannya loh Bunda.

Mendidik Anak Yang Suka Mengatur TemannyaKelebihan dari sifat anak yang suka mengatur adalah buah hati sudah memiliki sikap kepemimpinan yang bisa dimanfaatkan untuk berorganisasi akan tetapi sebaliknya jika hal ini dibiarkan terus menerus maka akan membuat anak menjadi egois.

Bisa saja egoisme ini bisa terbawa hingga dewasa yang mengakibatkan mereka hanya mau dimengerti oleh orang lain. Nah jika teman-teman sepermainannya ada yang tidak mau menuruti buah hati Anda maka bisa jadi pertengkaran akan timbul.

Apa yang bisa dilakukan untuk menjadikan Anak memiliki kepedulian?

Komunikasi adalah cara jitu untuk mendidik anak. Saat si anak selesai bermain dengan teman-temannya maka ajaklah buah hati berbicara empat mata, kemudian bertanyalah pada si anak pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Apa yang dirasakan anak ketika memaksakan kehendak agar temen-temennya menuruti perintahnya?
  • apakah si anak tahu perasaan teman-temannya saat mereka diataur?
  • bagaimana perasaan si anak jika hal yang sama dialaminya?

Berikan waktu semaksimal mungkin untuk mengetahui jawawan si buah hati. Kemudian Anda bisa mengatakan pada si anak apa yang dilakukannya itu akan membuat teman-temannya sedih. Dengan cara seperti ini maka kepedulian si anak akan mulai terbangun.

Langkah selanjutnya adalah mendorong anak untuk bisa berbagai saat bermain. Doronglah si anak untuk berbagai makanan misalnya pada temen-temennya. Hal lain adalah berbagai mainan, atau bermusyawarah dengan teman sebelum mulai bermain.

Setelah si buah hati selesai bermain, ajak kembali untuk berdiskusi empat mata dan tanyakan beberapa contoh pertanyaan berikut ini yaaaa:

  • apa yang dirasakan buah hati saat berbagai makanan atau mainan dengan teman-temennya?
  • apa yang dirasakan temen-temennya saat buah hati melakukan hal ini?

Nah kemudian tanamkan pada anak bahwa mulai saat ini dia harus selalu berbagi dengan teman-temannya dan selalu berkomunikasi dengan teman-temannya saat bermain.

Oh ya Bunda lakukan hal ini terus-menerus ya sebab perulangan akan bisa menanamkan pada buah hati bahwa hal ini adalah perbuatan yang baik dan pertumbuhan si buah hati pun bisa dikembangkan ke arah yang lebih baik.

Pengunjung Datang Dengan Kata Kunci :

mengatasi anak yg suka ngatur

Tips Supaya Anak Tidak Merokok

Suka serem ga sih ngebayangin klo anak ABG kita udah mulai merokok? Takutnya mereka merokok klo ga di depan kita dan sembunyi2 pula ­čÖü

Apalagi dengan iklan rokok melalui media-media yang tidak bisa kita cegah dan hindari.

Berikut ini tips supaya anak tidak merokok

– Berikan contoh yang baik

Jadilah teladan buat anak-anak Anda, klo orang tuanya tidak merokok, kemungkinan besar anak Anda pun tidak akan merokok. Karena anak cenderung meniru perilaku orang tuanya. Jika Anda merokok, maka anak akan mengikutinya suatu saat.

– Berdiskusi dengan anak mengenai bahaya merokok

Diskusikan secara terbuka mengenai dampak dan efek merokok terhadap kesehatan dengan anak. Sehingga hal ini bisa merubah paradigma anak tentang merokok.

Mengajarkan Sopan Santun pada Anak

Sopan santun adalah keterampilan penting untuk anak Anda. Diantaranya adalah mengembangkan harga diri dan rasa hormat terhadap orang lain. Ini adalah beberapa keterampilan pertama yang membutuhkan anak Anda untuk melangkah keluar diri mereka dan berempati dengan orang lain. Belajar akan membantu anak Anda untuk berkomunikasi dengan rasa hormat dengan anak lain dan orang dewasa. Ini juga akan memuluskan jalan anak Anda dalam lingkungan sosial.

Para ahli mengatakan bahwa anak-anak yang tidak diajarkan sopan santun, tidak memiliki keterampilan yang mereka butuhkan untuk berhasil dan menjadi canggung secara sosial. Mengajarkan sopan santun tidak harus keras dan dapat menyelamatkan anak Anda dari perilaku kasar dan tidak pengertian.

Cobalah langkah2 ini yaa

  • Mulailah dengan diri sendiri. Anda teladan pertama dan terbaik untuk anak Anda. Jika Anda tidak berperilaku sesuai dengan yang Anda ajarkan maka pelajaran tidak akan menempel.
  • Mulai percakapan sejak awal. Anak-anak menerima pelatihan semacam ini sejak usia dua tahun. Semakin awal Anda mulai bekerja dengan mereka maka semakin cepat Anda akan mulai melihat hasilnya.
  • Konsisten. Agar berhasil pada pengajaran anak Anda tentang perilaku Anda harus menerapkan aturan yang sama setiap saat dan di segala tempat.
  • Gigih. Jangan khawatir jika perlu waktu untuk pelajaran bisa dimengerti Anak Anda, mungkin perlu diingatkan berkali-kali, tapi akhirnya pesan akan menempel.
  • Jangan pernah menghukum atau memarahi anak-anak karena kurangnya sopan santun. Anak-anak kecil sering membuat kesalahan tata krama karena ketidaktahuan bukan karena disengaja. Mendorong mereka untuk berperilaku benar akan memiliki pengaruh yang jauh lebih baik daripada perlakuan negatif.
  • Gunakan bahasa positif daripada negatif. Bahasa positif seperti “Saya ingin kamu bilang tolong,” adalah lebih efektif daripada bahasa negatif seperti “Mama ga suka kalau kamu berteriak.”
  • Ingatkan segera jika terjadi penyimpangan. Ketika anak Anda lupa, Anda perlu menemukan cara untuk mengingatkan mereka. Mereka perlu tahu segera apa kesalahannya.
  • Diskusikan penyimpangan pada saat Anda di rumah. Jika terjadi di luar rumah, Anda mungkin perlu untuk meninjau kembali di rumah sehingga Anda benar dapat membahasnya.
  • Memuji sikap yang baik. Ketika anak Anda berhasil, katakan kepada mereka.
  • Ingatkan anak Anda tentang pentingnya sopan santun. Luangkan waktu untuk membahas bagaimana perasaan orang dihormati termasuk perasaan mereka sendiri. Ini akan membantu mereka untuk menghubungkan perilaku dengan dampaknya.
  • Bersenang-senang dengan sopan santun. Bermain game dan menyanyikan lagu-lagu, apapun yang membuat perilaku belajar menyenangkan dan positif untuk Anda dan anak Anda.
  • Diskusikan situasi di mana anak-anak lain atau orang dewasa gagal untuk menggunakan sikap yang baik. Gunakan saat-saat seperti ini untuk mendidik anak Anda.
  • Siapkan untuk acara-acara besar sebelumnya. Tidak ada salahnya untuk belajar sampai pada sikap saat di meja makan atau menginap di tempat orang.
  • Bersiap terhadap kemungkinan kesalahan yg akan muncul. Anak-anak, terutama ketika mereka belajar, akan membuat kesalahan. Ini hanyalah bagian dari proses.
  • Review, Review, Review. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan meninjau perilaku anak Anda, semakin lama perilaku tsb akan tinggal dengan anak Anda.

Mengajarkan Anak Mengatakan “Tolong” dan “Terima Kasih”

Salah satu bentuk paling dasar dari sopan santun untuk anak adalah belajar untuk menggunakan kata-kata “tolong” dan “terima kasih”. Salah satu pelajaran pertama dalam bertingkah laku yg sopan untuk anak Anda dapat belajar dan juga salah satu bagian paling penting dari komunikasi interpersonal. Sebagai orang dewasa, kita mungkin lebih sering lupa untuk menggunakan kata-kata ini, tetapi kita tahu ketika kita harus melakukannya. Anak-anak juga seharusnya tidak berbeda.

Penggunaan kata-kata ini akan melancarkan jalan mereka dalam beradaptasi dalam masyarakat nantinya. Saatnya untuk mengajarkan mereka untuk berpikir tentang orang lain daripada diri mereka sendiri. Katakan kepada anak-anak bahwa ini adalah kata-kata ajaib yang akan membuat mereka mendapatkan apa saja yang mereka inginkan.

Bagaimana Cara  Mengajarkan Anak Anda untuk Mengatakan Tolong dan Terima Kasih?

Mereka tidak akan pernah mencoba untuk melakukannya tanpa bantuan Anda, namun. Jika Anda ingin mengajarkan anak Anda untuk bersikap sopan, maka Anda harus terlebih dahulu melakukannya dan menjadi contoh buat mereka. Anak-anak kecil senang menirukan apa yang Anda lakukan dan mereka akan belajar untuk meniru Anda sejak dini. Jika anak Anda melakukan sesuatu, katakan terima kasih. Jika Anda memintanya melakukan sesuatu, selalu mulai dengan mengatakan tolong.

Setelah anak Anda mendapatkan pesan yang konsisten dari Anda. Jangan terkejut jika mereka mulai mengulang kata-kata kembali. Pada titik ini dalam perkembangan mereka, anak Anda terlalu muda untuk tahu apa kata-kata ini berarti. Namun demikian, terserah kepada Anda untuk memuji mereka karena menggunakan mereka dengan tepat. Ketika Anda mulai melakukan itu, Anda akan melatih mereka untuk tau kapan harus menggunakan kata-kata ajaib tsb. Seiring waktu, anak Anda akan mengetahui maknanya secara naluriah.

Dorong Anak Anda untuk Lanjutkan Menggunakan Kata Ajaib

Penting untuk konsisten dengan pesan Anda mencoba untuk mengirim sekitar sopan santun. Untuk itu, Anda harus mulai untuk mendorong penggunaan yang tepat dari kata-kata tsb bila diperlukan. Jika anak Anda meminta sesuatu dan tidak mengatakan tolong, ingatkan mereka. Anda dapat memberitahu mereka untuk menggunakan kata-kata ajaib atau meminta mereka mengikuti apa yang Anda katakan.

Hal yang sama berlaku untuk ucapan terima kasih. Anak Anda masih muda dan mereka akan lupa dari waktu ke waktu. Terserah kepada Anda untuk membantu mereka mengingat. Jika Anda dapat melakukan itu, Anda akan berhasil dalam mengajar anak Anda perilaku pertama dan paling penting untuk mereka