Aneka Batik Nusantara

Batik dimiliki oleh hampir seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah pun memiliki motif batik khas, yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Para pelancong dari luar negeri pun sangat mengagumi aneka batik nusantara.

Berikut ini adalah batik-batik yang ada di Indonesia:

1. Batik Priangan

Batik priangan yang paling terkenal adalah yang berasal dari Garut dan Tasikmalaya. Motif-motif yang sudah menjadi ciri khas, di antaranya adalah Mojang Geulis, Buluhayam Jagad, dan Merak Ngibing.

Pada abad ke-20, orang Sunda membuat batik yang disebut simbut. Keunikan dari batik ini adalah bagian-bagian yang tidak ingin diberi motif batik, ditutup dengan adonan beras ketan dan air gula yang kental.

2. Batik Pesisiran

Sesuai namanya, batik ini lahir dan berkembang di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Daerah-daerah yang terkenal sebagai penghasil batik pesisir adalah Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Tegal, Semarang, Jepara, Rembang, dan Tuban. Ciri khas utama batik pesisir adalah motifnya yang cantik dan warnanya yang terang, seperti merah, kuning, dan biru.

Batik pesisiran banyak dipengaruhi oleh budaya para pedagang asing yang datang. Karena itu, pada batik jenis ini banyak ditemukan motif yang berasal dari budaya luar. Contohnya motif kupu-kupu dan naga (dari Tiongkok) dan motif buketan dan tokoh putri salju (dari Eropa).

3. Batik Pedalaman

Batik pedalaman memperkaya aneka batik nusantara. Batik ini meliputi batik-batik yang ada di daerah Banyumas, Purworejo, Yogyakarta, Bayat, Solo, Pacitan, dan Sragen. Ciri khas batik pedalaman adalah menggunakan warna-warna alam seperti cokelat, biru, dan hitam. Batik ini tercipta dari akar budaya di lingkungan Kerajaan Mataram hingga turun temurun. Awalnya, motif batik pedalaman melambangkan kedudukan pemakainya. Karena itu, ada motif-motif tertentu yang hanya boleh dikenakan oleh keluarga raja. Namun, kini semua motif batik pedalaman boleh dikenakan oleh siapa saja.

4. Batik Madura

Batik di daerah ini terkenal dengan batik gentongnya. Dinamakan seperti ini karena proses pewarnaannya dilakukan dengan cara mencelupkan di dalam gentong. Uniknya lagi, gentong-gentong tersebut telah ditanam di dalam tanah. Pewarnaan yang menggunakan gentong ini hanya untuk warna indigo. Sebab, warna akan lebih awet dan merata.

Selain yang telah disebutkan di atas, tentu saja masih banyak aneka batik nusantara yang tersebar di seluruh Indonesia. Sudah selayaknya kita turut melestarikannya.

Pengunjung Datang Dengan Kata Kunci :

ciri ciri batik pedalaman,batik pesisiran yang terkenal adalah,ciri batik pedalaman,ciri-ciri batik pedalaman

Mengenal Motif Batik

Meskipun batik telah dikukuhkan menjadi warisan budaya asli Indonesia, masih banyak masyarakat yang belum mengenal motif batik.

Batik merupakan kain khas yang dimiliki hampir seluruh daerah di Indonesia. Motif-motif batik pun sangat beragam. Bahkan, setiap motif memiliki makna penting yang melambangkan daerah asalnya.

Untuk lebih mengenal motif batik, berikut ini penjelasan tentang beberapa motif batik yang popular, berikut makna di baliknya.

1. Motif Sido Luhur

Bagi masyarakat Jawa, hidup ini bertujuan untuk mencari keluhuran, baik secara materi maupun non materi. Dari falsafah itulah batik motif sido luhur tercipta. Sebagai gambaran, keluhuran materi adalah cara memperoleh materi dengan jalan yang benar. Setelah itu, cara memanfaatkan materi pun diatur sedemikian rupa agar bermanfaat bagi orang lain. Sedangkan, keluhuran non materi ada pada sikap dan sifat manusia. Yaitu, harus selalu memelihara ucapan dan tindakan, agar sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.

2. Motif Tambal

Memulai Bisnis Online Tas BatikUntuk lebih mengenal motif batik, mari kita tengok motif tambal. Motif ini bermakna menambah semangat baru. Karena itu, motif tambal digunakan untuk menyelimuti orang yang sedang sakit. Dengan memakai batik motif tambal, diharapkan si sakit mendapatkan semangat baru sehingga cepat sembuh.

3. Motif Truntum

Motif ini bermakna sebagai lambang cinta yang tulus dan semakin lama semakin subur. Motif ini diciptakan oleh Permaisuri Sunan Paku Buwono II. Batik motif truntum dikenakan oleh orangtua pada saat melaksanakan pernikahan putra-putrinya. Makna lain dari motif ini adalah orangtua wajib menuntun kedua mempelai dalam mengarungi rumah tangga.

4. Motif Mega Mendung

Motif ini berbentuk garis-garis lengkung yang membentuk lingkaran dari yang paling kecil (di dalam lingkaran), hingga garis paling lebar (di luar lingkaran). Secara keseluruhan, motif ini membentuk gambar awan. Filosofi dari motif ini adalah kehidupan yang selalu berubah-ubah. Kadang di atas, kadang di bawah. Juga, bermakna bahwa kita harus selalu melihat keluar agar dapat mengembangkan diri. Itulah motif-motif batik yang terkenal. Masih banyak lagi motif batik yang harus diketahui, agar kita lebih mengenal motif batik yang merupakan warisan budaya tak ternilai.