Apakah Alergi Bisa Menyebabkan Autisme Pada Anak?

Alergi bisa menyebabkan autis pada anak? Mungkin Anda sudah pernah mendengarnya. Kabar terbaru dinyatakan bahwa ilmuwan mulai meyakini bahwa adanya koneksi yang kuat antar keduanya. Apalagi saat ini kasus alergi dan autisme semakin meningkat.

Alergi yang menginduksi autisme umumnya didapati pada anak-anak yang terkena kasus autisme regresif, atau autisme yang tidak menampakkan dirinya hingga si anak berusia dua tahun. Anak-anak yang berhubungan dengan hal ini tak sama sekali memperlihatkan gejala autisme kecuali isu mengenai pola tingkah laku dan neurologis yang berhubungan dengan sistem disgestif yang umum adalah ketidakmampuan untuk mencerna kasein dan gluten.

Dua buah protein ini memang hampir sama. Kasein di temukan pada susu dan merupakan protein utama penyusun susu. Sedangkan gluten ditemukan pada gandum dan kacang-kacangan. Disebabkan karena isu dua makanan ini terhadap spektrum kasus autisme maka orang tua disarankan untuk menghilangkan menu keduanya pada buah hati mereka untuk meminimalkan autisme.

Anak-anak yang alergi terhadap dua makanan ini tidak dapat mencerna keduanya secara normal. Alih-alih kasein serta gluten di cerna namun sayangnya keduanya masuk ke aliran darah hingga menyebabkan kandungan zat sejenis morfin tinggi. Substansi ini menghasilkan produk samping yang banyak ditemukan pada sampel urine anak-anak penderita autisme.

Berdasarkan isu ini maka dapat dinyatakan bahwa autisme pada anak memiliki kadar zat kimia tertentu yang tidak secara normal di cerna pada anak normal lainnya.

Biasanya tanda dan gejala autis pada anak akn terlihat saat anak berusia tiga tahun. Reduksi atau penghilangan makanan yang memicu alergi adalah hal yang penting untuk mendapatkan potensi terbaik anak. Oleh sebab inilah ide untuk menghilangkan kasein dan gluten pada diet anak dikembangkan. Orang tua berusaha memberikan yang terbaik bagi anak mereka guna meminimalkan efek autisme akan mendapatkan hasil yang bagus pula terhadap buah hati.

Alergi dan autisme sepertinya sangat berhubungan erat. Seperti yang bisa kita lihat banyak makanan yang dapat menyebabkan masalah yang buruk jika dikonsumsi oleh anak autis serta bisa menyebabkan kecanduan makanan.

Jika saat ini merasa bahwa putra-putri Anda memiliki gangguan terhadap kasein dan gluten maka segeralah memeriksa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan urine. Deteksi dini terhadap hal ini bisa meminimalkan dampak kesuraman masa depan anak Anda.

Gejala Awal Autisme Pada Anak

Apa gejala autisme pada anak? Pertama yang harus dilakukan adalah mengamati aktifitas buah hati. Menurut ‘National Institute of Child Health and Human Developmen’s Autism Facts’, dokter akan memberikan notifikasi bahwa putra-putri Anda menderita autis jika,

– Tidak bisa berceloteh hingga usia 12 bulan

– Tidak bisa menunjukkan sikap yang wajar ditunjukkan anak di usia pertama misalnya menunjuk, menggapai, atau melambaikan tangan hingga usianya 12 bulan

– Bayi Anda tidak bisa mengatakan satu katapun hingga usianya 16 bulan

– Tidak bisa mengatakan sesuatu, kecuali dia hanya mengulang kata yang Anda ucapkan padanya hal ini diketahui hingga usia 24 bulan

– Tidak memiliki kemampuan untuk bersosialisasi

– Tidak merespon panggilan (saat Anda memanggil namanya) hingga usia 12 bulan

Gejala diatas adalah pertanda umum untuk mengetahui autisme pada anak. Artinya kita bisa dengan mudah. Jadi jika usia bayi Anda sudah mencapai 12 bulan dan menunjukkan gejala diatas maka segeralah berkonsultasi pada dokter. Jangan khawatir tetaplah merasa nyaman jika ada buah hati yang menderita autisme.

Anak adalah berkah dari Tuhan yang wajib kita syukuri dan tetap fokus untuk bisa memberikan yang terbaik baginya agar mereka bisa mandiri dikemudian hari.

Apa gejala awal autisme pada anak?

Gejala awal anak yang mengalami autisme ditujukan untuk memberikan pengetahuan bagi orang tua agar mereka mengetahui sejak dini jikalau para ortu ini memiliki anak berkebutuhan khusus.

Yang perlu diingat disini adalah bahwa proses evaluasi ini tidaklah seburuk yang dibayangkan. Akan tetapi memiliki alasan tersendiri yang nantinya bisa bermanfaat.

Anak tidak merespond panggilan namanya

Sepertinya bayi usia dua tahun yang Anda miliki terkesan cuek pada Anda. Biasanya anak tidak akan melakukan hal ini setelah mereka dipanggil dengan penggulangan 10 kali. Anda mungkin berfikir bahwa anak sedang asik bermain dengan mainannya atau tidak memperhatikan Anda. Tapi berhati-hatilah ini adalah tanda-tanda autis.

Anak tidak bisa mengungkapkan apa yang diinginkannya

Anak tidak bisa secara penuh mengkomunikasikan apa yang diinginkannya hingga mereka mencapai usia tiga tahun.

Anak tidak memiliki kemampuan berbahasa

Ini adalah gejala umum autisme. Biasanya anak enggan untuk berkata satu katapun. Kesulitan untuk mengungkapkan isi hati dengan kata-kata adalah ciri autisme.

Anak kesulitan untuk mengikuti petunjuk

Anak susah untuk diajak mengikuti petunjuk yang telah dibuat, atau mereka seolah-olah beraktifitas seenaknya sendiri.

Sewaktu-waktu anak Anda kelihatan seperti tuli

Dokter yang memiliki spesialis terhadap autisme akan dengan mudah menunjukkan gejala ini pada Anda.

Anak Anda kelihatannya berkomunikasi dengan sesuatu yang tidak nyata

Gejala Awal Autisme Pada AnakWalau Anda tahu tidak ada seseorang yang menemani anak Anda kecuali Anda sendiri kelihatannya buah hati sedang menikmati berkomunikasi dengan orang lain. Dia asik fokus dengan sesuatu atau hanya cuek bermain seenaknya tanpa menghiraukan Anda. Anak-anak sebenarnya suka perhatian dan memanggil namanya adalah cara terbaik mengungkapkan hal ini.

Deteksi dini autisme pada anak akan memberikan kesempatan pada orang tua untuk bisa belajar lebih baik mengenai apa autisme itu dan dengan demikian bisa memberikan kualitas pendidikan dan pola pengasuhan terbaik bagi si anak.

Pengunjung Datang Dengan Kata Kunci :

Anak 12 bulan tidak merespon jika di panggil

Apa Penyebab Autisme Pada Anak?

Pada saat dokter mengkonfirmasi bahwa anak Anda menderita autisme, maka pertnyaan yang terlintas di benak Anda mungkin seeprti ini ‘darimana anak saya mendapatkan autis?’ Apa yang menjadi penyebabnya?

Well, pertnyaan diatas tidak ada jawaban yang mutlak. Yang perlu diketahui adalah ada banyak ragam hal yang bisa menyebabkan autisme dan saat ini para ahli sedang menyelidikinya. Tapi faktanya yang perlu diketahui adalah kasus autisme lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Pada awalnya, dipercaya bahwa autisme terjadi karena adanya trauma emosional. Disinilah pola parenting orang tua memberikan andil yang kuat. Dokter ada yang mengatakan bahwa Ibu tidak secara penuh memberikan perhatian yang khsusus pada anaknya sehingga si anak kurang kasih sayang. Kabar baiknya penyebab ini terbukti salah dan dibantah dari banyak hasil penelitian.

Penyebab umum yang sering dikemukakan saat ini adalah faktor genetik. Peneliti merasa bahwa setiap individu yang lahir pastinya akan memiliki kecenderungan untuk menjadi autis. Dikemudian hari lingkunganlah yang akan mempengaruhi apakah bawaan sifat ini akan berkembang. Para ahli mengatakan bahwa ada gen pencetus autisme akan tetapi sayangnya hingga saat ini gen tersebut masih juga belum diketemukan 🙂

Faktor lingkungan memegang peranan yang penting bagi perkembangan autis. Studi menunjukkan bahwa ada beberapa kasus autisme di suatu kota yang disebabkan oleh toksin dan zat kimia. Umumnya kota yang berdekatan dengan daerah industri akan memilki kualitas udara yang buruk yang mencetus terjadinya kasus autisme.

Apa Penyebab Autisme Pada Anak?Pro dan kontra mengenai vaksinasi pun terjadi. Dikatakan bahwa beberapa jenis vaksin bisa memicu terjadinya anak autis, dan efeknya banyak orang tua yang hingga saat ini tidak mau memberikan imunisasi lengkap pada anaknya. Studi terbaru mengenai vaksinasi menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara imunisasi lengkap dengan kasus autisme.

Penelitian terbaru yang sedang dipelajari adalah kaitan antara tereksposnya ibu yang sedang hamil dengan logam merkuri dan dampaknya bagi bayi yang akan dilahirkan, akan tetapi hasil penelitian ini belum di publikasikan.

Lebih jauh lagi kasus autisme dihubungkan dengan isu mengenai kesehatan. Dikatakan bahwa anak yang sejak kecil sudah menderita penyakit tertentu seperti Fragille X Syndrome dan Rubella memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi autis.

Ketidakseimbangan metabolisme menjadi pencetus lain dari kasus autisme. Banyak peneliti yang mengatakan bahwa ketidakseimbangan metabolisme yang terjadi pada anak bisa menyebabkan anak menjadi autis.

Guna mendapatkan kesimpulan mana yang sesungguhnya menjadi penyebab autis maka diperlukan banyak penelitian lagi. Diharapkan suatu saat nanti akan ada penjelasan secara terperinci mengenai bagaimana atau apa yang menjadi penyebab autisme pada anak.