Penyebab dan Gejala Asma

Hidup sehat dan tumbuh tanpa kekurangan suatu apa pun adalah dambaan setiap orang. Namun jika memang ada sebuah penyakit yang bersifat genetika menurun maka yang dilakukan adalah mengobatinya atau meminimalkan risikonya. Salah satu penyakit genetis adalah asma. Bagaimana penyebab dan gejala asma tersebut?

Asma sendiri adalah kondisi penyempitan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh hiperaktivitas terhadap beberapa rangsangan. Hal ini bisa menyebabkan peradangan. Beberapa rangsangan yang dapat mencetus asma adalah debu, serbuk sari, bulu binatang, asap, dan udara dingin. Jika serangan asma terjadi maka penderita asma akan kesulitan untuk bernapas dan akan mengeluarkan energi yang cukup besar untuk bisa bernapas. Bahkan tidak dapat tidur pulas karena harus berjuang menghirup oksigen.

gejala asmaGejala asma sendiri adalah napas penderita yang mengeluarkan bunyi atau biasa disebut dengan bengek dan sesak napas. Dimana hal ini terjadi pada saat penderita asma menghembuskan napasnya keluar. Untuk asma yang ringan, serangan gejala asma pada umumnya terkaji selama beberapa menit. Untuk penyakit asma yang berat, serangan bahkan bisa sampai berhari-hari dan mengharuskan menginap di rumah sakit untuk pengamatan dan perawatan yang lebih terpercaya.

Setiap penderita asma memiliki pencetus yang berbeda-beda. Hal ini dapat ditengarai dari kejadian sehari-hari. Misalnya bagi yang tidak tahan dengan debu, berkendara di jalan raya yang penuh polusi, berada di ruangan yang banyak bertebaran debu akan menyebabkan serangan asma. Serangan asma yang telah akut membuat penderitanya berkali-kali di rawat di rumah sakit hingga badannya kurus karena kelelahan berjuang untuk menghirup oksigen bagi pernapasannya.

Demikian pula ketika berada di daerah dingin. Di ruang yang ber-AC, seorang penderita asma dengan pencetus udara dingin akan merasakan sesak napas. Begitu juga ketika berada di pegunungan yang dingin. Untuk mengurangi serangan, seyogyanya dihindari pencetus tersebut.

Penyebab gejala penyakit asma yang lain adalah memiliki kecenderungan alergi sejak lahir, mengalami infeksi pernapasan pada waktu usia kanak-kanak serta terjadinya kontak dengan beberapa alergen udara ke beberapa infeksi virus saat berusia balita.

Pengunjung Datang Dengan Kata Kunci :

daerah tropis dapat asma
About unidede

Saya Ade Susanti, pertama gabung karena pengen kerja dari rumah dan karena bisa dikerjakan sambil online. Alhamdulillah sekarang udah bisa nyicil mobil dari bonusnya.. Mau tau lebih jauh tentang bisnis ini hub saya di : HP/Whatsapp 0811 11 18 214 PIN 74c84a30
By Ade Susanti


Trackbacks

  1. […] Asma merupakan penyakit kambuhan. Penyakit ini bisa datang kapan saja pada penderitanya tanpa mengenal waktu. Akan tetapi meskipun demikian, asma bisa diobati dan dicegah. Apa saja yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk mengobati dan mencegah asma? […]

  2. […] Asma pada balita seringkali didiagnosa ketika anak berusia 5 tahun atau bisa juga kurang. Tapi, kasus yang terjadi tidak selalu seperti itu karena beberapa anak memiliki gejala yang ringan saja ketika mencapai usia remaja namun kondisinya bertambah buruk saat mereka beranjak dewasa. Lalu bagaimana tips mengatasi asma pada balita agar ketika besar nanti penderitaan mereka karena asma tidak terlalu berat. […]

Speak Your Mind

*

CAPTCHA
Change the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code