Mengobati dan Mencegah Asma

Asma merupakan penyakit kambuhan. Penyakit ini bisa datang kapan saja pada penderitanya tanpa mengenal waktu. Akan tetapi meskipun demikian, asma bisa diobati dan dicegah. Apa saja yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk mengobati dan mencegah asma?

Langkah awal mengobati dan mencegah asma adalah mengenali segala macam pemicu yang membuat penyakit asma itu timbul, misalnya saja debu, suhu, obat, situasi, atau yang lainnya.

Mengobati asma

Pengobatan asma yang tepat itu tergantung kepada banyak hal. Mulai dari usia penderita, gejala yang terjadi, hingga pemicu asma itu muncul. Berikut ini adalah beberapa cara mengobati asma yang bersifat jangka panjang.

Inhaled corticosteroids. Merupakan sebuah pengobatan asma yang dilakukan setiap hari selama beberapa hari hingga hitungan minggu untuk bisa efektif menyembuhkan asma. Pengobatan ini melibatkan obat fluticasone, budesonide, mometasone, ciclesonide, flunisolide, beclomethasone, dan banyak obat lainnya. Metode ini relatif berisiko rendah.

Leukotriene modifiers. Merupakan pengobatan yang diberikan dengan cara oral (dimakan/diminum) yang melibatkan obat montelukast, zafirlukast, dan zileuton. Akan tetapi pengobatan metode ini harus dalam pengawasan dokter karena mengakibatkan reaksi psikologis, seperti depresi dan halusinasi.

Long-acting beta agonists. Merupakan pengobatan yang bisa membuka jalan saluran pernapasan dan mengurangi infeksinya. Pengobatan ini melibatkan salmeterol dan formoterol. Seperti pengobatan yang kedua di atas, pengawasan akan penderita yang melakukan pengobatan ini harus terus dilakukan karena pada penderita tertentu, pengobatan ini malah bisa membuat penyakit asmanya memburuk.

Inhaler kombinasi. Merupakan pengobatan asma jangka panjang yang mengonbinasikan beberapa jenis kortikosteroid sebagai obatnya. Misalnya saja fluticasone-salmeterol, budesonide-formoterol, dan juga mometasone-formoterol. Pengobatan ini juga harus diwaspadai karena pada beberapa penderita bisa mengakibatkan asma yang semakin memburuk.

Theophylline. Merupakan sebuah bentuk pengobatan yang berupa konsumsi pil Theophylline (Theo-24, Elixophyllin, atau yang lainnya) setiap hari. Pil-pil ini mempunyai khasiat dalam hal membuka jalan pernapasan dengan cara mengendurkan otot-otot saluran pernapasan.

Adapun bronchodilator (alat hisap pereda asma yang datang tiba-tiba menyerang) hanyalah merupakan cara pengobatan yang bersifat sementara saja. Obat-obat yang terlibat dalam bronchodilator misalnya saja albuterol, levalbuterol, dan juga pirbuterol. Jika asma yang menyerang cukup kronis, bronchodilator yang digunakan biasanya mengandung ipratropium. Sedangkan jika asmanya cukup parah, pengobatan biasanya dilakukan secara oral dan intravenous (infus) dengan melibatkan obat prednisone dan methylprednisolone.

Mencegah asma

Mengobati dan Mencegah AsmaPencegahan asma bisa dilakukan dengan banyak hal. Misalnya saja dengan cara selalu mewaspadai hal-hal yang menjadi pemicu asma itu timbul. Tentu saja karena biasanya, penderita asma bisa kambuh penyakitnya jika terpicu oleh sesuatu hal. Seperti debu, suhu udara, stres, atau yang lainnya. Di samping itu, pencegahan asma bisa dilakukan dengan cara mengobati penyakit asma melalui pengobatan jangka panjang seperti yang sudah dijelaskan di atas. Pencegahan asma lain yang juga disarankan oleh dokter adalah imunisasi influenza dan pneumonia,

Nah itulah di antaranya beberapa cara yang bisa dilakukan dalam mengobati dan mencegah asma. Pastikan Anda selalu mewaspadainya. Semoga bermanfaat!

About unidede

Saya Ade Susanti, pertama gabung karena pengen kerja dari rumah dan karena bisa dikerjakan sambil online. Alhamdulillah sekarang udah bisa nyicil mobil dari bonusnya.. Mau tau lebih jauh tentang bisnis ini hub saya di : HP/Whatsapp 0811 11 18 214 PIN 74c84a30
By Ade Susanti


Speak Your Mind

*

CAPTCHA
Change the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code