Manfaat Antara ASI Dan Susu Formula Untuk Bayi

Sangat penting disosialisasikan kepada para ibu maupun calon ibu untuk mengetahui manfaat antara ASI dan susu formula untuk bayi. Hal tersebut jelas perlu untuk menghindari kesimpangsiuran informasi ataupun mitos-mitos yang berkembang di masyarakat mengenai manfaat ASI maupun susu formula.


ibu menyusuiASI merupakan makanan utama dan terbaik bagi bayi karena mengandung beberapa zat-zat penting yang sangat dibutuhkan bayi baru lahir, diantaranya adalah zat gizi (lemak, karbohidrat, protein, garam, mineral, dan vitamin), zat protektif (laktobasilus bifidus, laktoferin, lisozim, antibody, imunitas seluler), serta masih banyak zat-zat bermanfaat lain. 

Perlu diketahui juga bahwa kandungan dalam ASI sangat mudah dicerna oleh bayi selama 6 (enam) bulan pertama dalam kehidupannya. Selain itu, para ibu tidak perlu khawatir ataupun was-was karena pemberian ASI tidak menimbulkan alergi pada bayi. Setelah bayi berusia 6 bulan hingga setahun, ASI masih menjadi makanan utamanya. Akan tetapi untuk melengkapi kebutuhan bayi, ibu sudah boleh memperkenalkan bayinya dengan MPASI yaitu makanan pendamping ASI yang menyesuaikan dengan usianya.

Setelah bayi berumur setahun, zat-zat yang terkandung dalam ASI hanya bisa memenuhi 30% dari kebutuhan bayi, oleh karena itu dibutuhkan tambahan susu formula untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Meskipun tidak bisa menyerupai kandungan dalam ASI, namun dewasa ini kandungan susu formula untuk bayi dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai atau mendekati kandungan ASI.

Beberapa kandungan dalam susu formula yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi, diantaranya sebagai berikut :

– AHA atau DHA yang berfungsi membantu pembentukan mylenisasi mempengaruhi perkembangan syaraf otak.

– Beta Karoten, Selenium, Nukleotida dan Laktoferin, yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas dan kekebalan bayi.

– Laktulosa yang berfungsi membantu penyerapan zat gizi dan memperbaiki sistem pencernaan pada bayi.

– Omega 3 dan Omega 6, yang berfungsi untuk mencegah terjadinya sumbatan pada pembuluh darah.

– FOS dan GOS, yang memiliki fungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan membatasi pertumbuhan bakteri tertentu.

– Prebiotik dan Probiotik yang berguna untuk memperbaiki proses pencernaan pada bayi dan menghindari resiko sembelit pada bayi.

Semua unsur yang terkandung dalam susu formula sejatinya tidak dapat menyamai kandungan nutrisi dalam ASI. Namun, harus di ingat bahwa pemberian ASI tidak bisa diberikan hingga anak berusia lebih dari 2 (dua) tahun sehingga kehadiran susu formula merupakan solusi penting yang bisa membantu tumbuh kembang anak. Setelah mengetahui manfaat antara ASI dan susu formula untuk bayi, maka diharapkan para ibu mengerti dan memahami serta bisa menerapkannya dalam merawat buah hati.

Jadi bu, dengan semakin mengetahui manfaat ASI dan susu formula ini, semoga semakin tepat Anda merawat si buah hati.

 

Pengunjung Datang Dengan Kata Kunci :

fungsi laktulosa,laktoferin,kelebihan ASI yg juga terdapat pada susu formula bayi,fungsi laktoferin pada susu,laktulosa pada susu bayi,Diantara kelebihan air susu ibu yang tidak terdapat di dalam susu formula bayi adalah sebagai berikut kecuali,laktoferin pada susu formula,manfaat laktoferin,gambar bayi nyusu ibu,laktoferin fungsi
About unidede

Saya Ade Susanti, pertama gabung karena pengen kerja dari rumah dan karena bisa dikerjakan sambil online. Alhamdulillah sekarang udah bisa nyicil mobil dari bonusnya.. Mau tau lebih jauh tentang bisnis ini hub saya di : HP/Whatsapp 0811 11 18 214 PIN 74c84a30
By Ade Susanti


Trackbacks

  1. […] hafalkan cara menangisnya. Karena menenangkannya tidak ada cara lain kecuali memberinya susu atau Air Susu Ibu. Bayi yang belum lahir, belum piawai menyusu. Untuk itu harus diajarkan cara menyusu yang benar. […]

  2. […] hafalkan cara menangisnya. Karena menenangkannya tidak ada cara lain kecuali memberinya susu atau Air Susu Ibu. Bayi yang belum lahir, belum piawai menyusu. Untuk itu harus diajarkan cara menyusu yang benar. […]

  3. […] Program ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan bukan tanpa alasan. Hal ini tentu didasarkan pada penelitian banyak ahli gizi yang akhirnya berkesimpulan bahwa kebutuhan gizi bayi hingga usia 6 bulan semuanya ada pada ASI tanpa perlu makanan atau minuman. ASI ini tak ada yang bisa menjadi tandingannya. […]

  4. […] Bayi yang baru lahir kerap belum mampu membedakan antara siang dan malam. Hingga bisa saja ia tidur sepanjang siang dan malah terjaga di malam hari. Pola tidur bayi yang belum teratur kerap membuat orangtua pun terpaksa ikut-ikutan begadang. Bagi ibu yang baru saja melahirkan, terjaga sepanjang malam tentu sangat melelahkan. Apalagi ditambah dengan luka pasca melahirkan yang belum sembuh benar tentu masih menyisakan rasa nyeri serta kelelahan karena bayi yang masih sering menyusui.. Rasa cemas yang dirasakan ibu karena peran sebagai ibu baru serta kelelahan fisik karena mengurus bayi bisa menyebabkan timbulnya sindrom baby blues. Padahal ibu yang baru melahirkan tak boleh merasa terlalu cemas. Karena bisa memengaruhi produksi Air Susu Ibu (ASI). […]

Speak Your Mind

*

CAPTCHA
Change the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code