Tipe Autisme Pada Anak

Autisme pada anak acapkali memberikan beban pada orang tua. Banyak ortu yang memang tidak mengharapkan memiliki anak autis. Namun walaupun demikian buah hati adalah anugrah dari Tuhan yang harus kita sayangi. Masih banyak hal positif yang bisa dikejar serta solusi pendidikan walaupun kita memiliki anak autis.

Autisme pada anak didefinisikan sebagai suatu gangguan yang di derita anak dimana perkembangan jiwa dan mentalnya tidak bisa maksimal. Autisme pada anak dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu:

Autis Pada Masa Kanak-kanak (Childhood Autism)

Tipe Autisme Pada AnakAutisme yang menyerang anak pada masa perkembangan si anak disebut sebagai autis masa kanak-kanak atu ‘Childhood Autism’. Childhood autism bisa dikenali sejak dini saat anak berusia sekitar tiga tahunan.

Berikut ciri-ciri autis masa kanak-kanak

– Anak mengalami gangguan saat berkomunikasi, hal ini dtiunjukkan dengan kemampuan bicara yang melambat. Bahasa yang digunakan oleh anak tidak bervariasi dan umumnya diulang-ulang. Selain itu anak tidak bisa diajak komunikasi dua arah.

– Anak tidak menunjukkan kemampuan untuk berinteraksi sosial. Anak yang menderita autisme masa kanak-kanak sulit sekali memperlihatkan emosinya dan ekspresi hatinya. Kesulitan ini akhirnya berdampak pada kemampuan untuk berinteraksi dengan teman sebayanya.

– Perilaku Childhood autism berbeda dengan anak normal. Umumnya mereka memiliki keterbatasan untuk tertarik dengan sesuatu. Sebagai contoh saat anak

diberikan mainan mobil-mobilan maka mereka akan memainkan dengan cara yang sama. Atau jika ada sesuatu yang tidak berkenan dengan hati maka mereka biasanya akan berteriak.

Sindrom Rett

Bisa dilihat saat usia anak enam bulan, adapun ciri yang ditunjukkan adalah,

  • ukuran kepala tidak seperti bayi normal umumnya
  • sering melakukan gerakan yang tidak terkontrol
  • anak sering menyendiri
  • sering mengalami gangguan pernafasan dan otot kaku
  • bisa jadi sering mengalami kejang

Sindrom Asperger

Autisme anak yang satu ini dicirikan dengan kemampuan bicara yang baik akan tetapi sayangnya amereka tidak mampu berkomunikasi dua arah dengan baik. Anak hanya bisa mengutarakan pendapatnya tapi tidak bisa memahami pembicaraan orang lain.

Gangguan pervasif YTT 

Jenis autis anak yang satu ini lebih ringan dimana anak masih bisa berkomunikasi dengan yang lain, menunjukkan ekspresi, dan melakukan tatap muka.

Disitergrasi masa kanak-kanak

Pada perkembangan hingga usia tiga tahun anak memiliki kemajuan seperti batita normal lainnya akan tetapi kemudian buah hati mengalami kemunduran dimana kemampuan untuk berkomunikasinya akan hilang dan mereka menjadi tidak peduli dengan lingkungannya.

Apa Penyebab Autisme Pada Anak?

Pada saat dokter mengkonfirmasi bahwa anak Anda menderita autisme, maka pertnyaan yang terlintas di benak Anda mungkin seeprti ini ‘darimana anak saya mendapatkan autis?’ Apa yang menjadi penyebabnya?

Well, pertnyaan diatas tidak ada jawaban yang mutlak. Yang perlu diketahui adalah ada banyak ragam hal yang bisa menyebabkan autisme dan saat ini para ahli sedang menyelidikinya. Tapi faktanya yang perlu diketahui adalah kasus autisme lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Pada awalnya, dipercaya bahwa autisme terjadi karena adanya trauma emosional. Disinilah pola parenting orang tua memberikan andil yang kuat. Dokter ada yang mengatakan bahwa Ibu tidak secara penuh memberikan perhatian yang khsusus pada anaknya sehingga si anak kurang kasih sayang. Kabar baiknya penyebab ini terbukti salah dan dibantah dari banyak hasil penelitian.

Penyebab umum yang sering dikemukakan saat ini adalah faktor genetik. Peneliti merasa bahwa setiap individu yang lahir pastinya akan memiliki kecenderungan untuk menjadi autis. Dikemudian hari lingkunganlah yang akan mempengaruhi apakah bawaan sifat ini akan berkembang. Para ahli mengatakan bahwa ada gen pencetus autisme akan tetapi sayangnya hingga saat ini gen tersebut masih juga belum diketemukan 🙂

Faktor lingkungan memegang peranan yang penting bagi perkembangan autis. Studi menunjukkan bahwa ada beberapa kasus autisme di suatu kota yang disebabkan oleh toksin dan zat kimia. Umumnya kota yang berdekatan dengan daerah industri akan memilki kualitas udara yang buruk yang mencetus terjadinya kasus autisme.

Apa Penyebab Autisme Pada Anak?Pro dan kontra mengenai vaksinasi pun terjadi. Dikatakan bahwa beberapa jenis vaksin bisa memicu terjadinya anak autis, dan efeknya banyak orang tua yang hingga saat ini tidak mau memberikan imunisasi lengkap pada anaknya. Studi terbaru mengenai vaksinasi menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara imunisasi lengkap dengan kasus autisme.

Penelitian terbaru yang sedang dipelajari adalah kaitan antara tereksposnya ibu yang sedang hamil dengan logam merkuri dan dampaknya bagi bayi yang akan dilahirkan, akan tetapi hasil penelitian ini belum di publikasikan.

Lebih jauh lagi kasus autisme dihubungkan dengan isu mengenai kesehatan. Dikatakan bahwa anak yang sejak kecil sudah menderita penyakit tertentu seperti Fragille X Syndrome dan Rubella memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi autis.

Ketidakseimbangan metabolisme menjadi pencetus lain dari kasus autisme. Banyak peneliti yang mengatakan bahwa ketidakseimbangan metabolisme yang terjadi pada anak bisa menyebabkan anak menjadi autis.

Guna mendapatkan kesimpulan mana yang sesungguhnya menjadi penyebab autis maka diperlukan banyak penelitian lagi. Diharapkan suatu saat nanti akan ada penjelasan secara terperinci mengenai bagaimana atau apa yang menjadi penyebab autisme pada anak.

Tips Memandikan Bayi

Memiliki seorang bayi adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Makhluk mungil berkulit lembut, bersuara tanpa dosa dan senyum yang menawan. Bagi yang baru memiliki bayi, tentunya masih kebingungan memandikan bayi tersebut. Takut menyakiti, takut tidak bersih dan sejuta takut lainnya yang sumbernya dari rasa sayang yang berlebihan pada bayi. Sebenarnya memandikan bayi sangat menyenangkan. Simaklah tips memandikan bayi berikut ini.

Tips memandikan bayi yang pertama adalah menyiapkan keperluan bayi terlebih dahulu. Siapkan baju ganti, minyak telon, bedak bayi, kapas, washlap, sabun, shampoo, handuk dan air hangat di ember bayi dengan suhu sekitar 36 hingga 37 derajat Celsius.

Ketika Anda memandikan bayi, yang perlu diperhatikan ketika memegang tubuhnya adalah melingkarkan jari telunjuk dan jempol pada lengan bayi yang berjauhan dengan Anda.Hal ini untuk ìmengunciî tubuh bayi agar tidak lepas dari tangan Anda. Karena kadang bayi melakukan gerakan yang tiba-tiba seperti menghentakkan kakinya ke dasar ember.

Jangan melakukan aktivitas yang lain selain memandikan bayi. Perlu fokus untuk memandikan bayi karena bayi belum bisa melindungi diri sendiri misalnya jika Anda terlupa meninggalkan bayi untuk mematikan kompor, bayi belum mampu untuk survive dalam ember berisi air.

Tips memandikan bayi selanjutnya adalah membasuh bayi dengan air ke seluruh badannya. Perlahan namun merata. Kemudian usapkan sabun ke washlap dan usapkan secara merata. Usap dengan perlahan terutama pada bagian lipatan tubuh, kemudian basuhlah dengan air sampai bersih dan membalik badan bayi dengan hati-hati.
Letakkan bayi yang telah selesai mandi diatas handuk yang tebal dan kering namun lembut. Oleskan minyak telon pada perut dan punggung bayi dan taburkan bedak bayi untuk menambah kehangatan.

Ketika memandikan bayi, ajaklah bayi berkomunikasi. Biarkan dia mengenal Anda sebagai ibunya, wajah dan suara Anda akan melekat dalam memorinya. Kedekatan emosional pun makin terjalin. Yang perlu Anda ingat adalah bayi tidaklah seringkih kelihatannya. Walau masih terlihat mungil tapi bayi cukup tangguh, jadi jangan takut untuk memandikan bayi.

Tips Menyimpan Obat Berbentuk Sirup

Anda pasti panik apabila mendapati si kecil tiba-tiba rewel karena demam, pilek, batuk atau terkena penyakit ringan lainnya. Nah salah satu alternatif yang biasa dilakukan adalah memberinya obat bebas yang bisa dengan mudah dibeli di apotek. Seperti yang kita tahu, obat-obatan untuk si kecil biasanya berbentuk sirup yang memudahkan pemberian kepada anak. Kenyataan tersebut membuat kita harus memahami tips menyimpan obat berbentuk sirup. Alasannya diantaranya adalah :

– Biasanya obat sirup yang digunakan tidak langsung habis karena jika gejala sudah hilang tentunya pemberian obat dihentikan. Nah, obat yang sirup yang sudah dibuka, biasanya akan aman digunakan dalam waktu maksimal dua bulan, namun penyimpanannya harus benar.

– Agar obat tersebut bisa digunakan lagi pada saat si kecil mengalami sakit. Alangkah sayangnya jika obat yang dibeli hanya digunakan satu kali, padahal belum kedaluarsa.

– Karena obat yang berbentuk sirup merupakan obat berbentuk cair yang mudah mengalami kerusakan.

– Dengan menyimpan obat tersebut, maka kita sama aja berhemat. Namun, jangan sampai karena hemat lalu kita ceroboh memberikan obat yang sudah terkontaminasi dengan bakteri maupun zat-zat lain yang membahayakan.

Nah, agar tidak terjadi kesalahan dalam menyimpan obat-obatan berbentuk sirup, perhatikan tips menyimpan obat berbentuk sirup berikut ini :

– Simpanlah botol obat di tempat yang kering atau kotak khusus. Usahakan untuk menyimpan obat dalam bentuk sirup pada suhu ruang 20° C maupun dalam lemari pendingin dengan suhu 5-10°C.

– Hindari menyimpan obat dalam freezer karena hal itu justru akan merusak obat.

– Tutup botol sirup dengan rapat agar udara tidak masuk, karena udara yang masuk bisa terpapar bakteri dari luar yang biasa tumbuh dalam media air.

– Hindari menaruh obat di tempat yang terkena sinar matahari atau cahaya secara langsung dan terus-menerus.

– Selalu cuci bersih dan keringkan sendok sirup atau pipet tetesnya sebelum dan sesudah digunakan.

– Hindari kebiasaan berpatokan pada penunjuk kedaluarsa, karena expired date tersebut berlaku pada obat yang segelnya belum terbuka.

– Jangan membuang kotak kemasan maupun label yang menyertai obat karena banyak sekali informasi penting tentang obat yang kita gunakan, seperti dosis, cara penyimpanan, reaksi yang mungkin timbul dan sebagainya.

Semoga tips menyimpan obat berbentuk sirup dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Cara Merawat Kulit Bayi

Cara merawat kulit bayi merupakan salah satu hal yang tidak boleh diabaikan oleh seorang ibu karena kulit bayi yang masih alami dan sensitif terhadap beberapa hal yang ada di sekitarnya, misalnya lingkungan yang kotor, cuaca lembab, produk-produk perawatan bayi, dan lain-lain sehingga ia membutuhkan perhatian yang ekstra. Namun sayangnya, beberapa ibu masih kurang memiliki pengetahuan dalam masalah perawatan kulit bayi. Padahal, kulit bayi yang kurang terawat dengan baik akan mudah terkena biang keringat, alergi, ruam, iritasi, dan gangguan kulit lainnya.

Oleh karena itu peran seorang ibu atau orang tua dalam merawat kulit bayi sangat diperlukan agar bayi terhindar dari masalah kesehatan kulit.

Nah, untuk lebih jelasnya Anda bisa menyimak cara merawat kulit bayi berikut ini :

Foto Bayi Mandi1. Bersihkan kulit bayi dengan cara memandikan secara teratur, minimal 2 kali sehari. Dalam memandikan bayi baru lahir, Anda harus memperhatikan suhu air yang digunakan, jangan terlalu panas atau dingin. Bersihkan tubuh bayi serta bagian lipatan-lipatan kulit, misalnya : sela jari, ketiak, serta selangkangan. Selain itu, pastikan Anda menggunakan produk yang aman untuk bayi. Setelah selesai mandi, keringkan tubuh bayi dengan handuk yang lembut agar kulit bayi terasa nyaman.

2. Sering memeriksa dan mengganti popok bayi atau diaper Setiap kali bayi BAK atau BAB, Anda harus membersihkan daerah sensitif dan sekitarnya menggunakan air bersih yang mengalir atau bisa menggunakan tissue basah khusus bayi yang tidak mengandung alkhohol.

3. Pilihlah bahan pakaian yang nyaman buat kulit bayi. Pilihlah pakaian dan popok yang berbahan katun karena lebih lembut dan bisa menyerap keringat. Sebisa mungkin, hindari pakaian yang berbahan nilon karena tidak bisa menyerap keringat dan membuat bayi gerah.

4. Segera ganti pakaian bayi yang basah oleh keringat atau kotoran Apabila cuaca panas, Anda harus rajin menyeka tubuh bayi dan mengganti pakaian yang terkena keringat agar tidak menyebabkan ruam dan iritasi kulit.

5. Gunakan produk kosmetik yang aman untuk bayi. Ketika membeli produk kosmetik, Anda harus memeriksa tanggal kedaluarsa. Pastikan Anda membaca dengan teliti mengenai cara penggunaan kosmetik tersebut dan hindari penggunaan kosmetik secara berlebihan pada bayi karena akan menyebabkan masalah kulit, seperti ruam dan iritasi.

6. Ciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi bayi Bersihkan kamar bayi secara teratur, pastikan suhu kamar yang pas buat bayi (tidak terlalu panas, lembab, atau dingin), dan pastikan ventilasi berfungsi dengan sempurna.
Semoga cara merawat kulit bayi di atas dapat bermanfaat bagi Anda semua

Berat Badan Anak Sesuai Umur

Berat badan anak sesuai umur. Pertumbuhan setiap anak adalah sesuatu yang sangat spesifik dan personal. Meski begitu, kebanyakan orangtua mencemaskan pertumbuhan anaknya sejak masa bayi hingga remaja, terutama dalam hal berat badan rata-rata sesuai umur anak.

Anak-anak tumbuh dengan cara yang berbeda hingga ia dewasa. Setelah lahir, wajar jika bayi kehilangan 5-10% berat badan. Pada bulan-bulan awal setelah lahir, bayi ASI cenderung lebih berat daripada yang minum susu formula. Namun kebalikannya terjadi kelak saat memasuki tahun kedua. Saat bayi berusia lima bulan, berat idealnya adalah berat lahir dikalikan dua, dan dikalikan tiga saat bayi berusia 12 bulan, lalu dikali empat di akhir tahun kedua.
Berat badan anak sesuai umur. Ketika memasuki usia remaja, berat badan anak bisa menunjukkan fluktuasi. Mereka bisa menjadi kurus dan menjadi gemuk dalam waktu yang cepat. Pada anak yang sudah cukup besar, Anda bisa menghitung body mass index-nya untuk memastikan berat badan anak sudah ideal. Namun pada bayi, Anda bisa berpatokan pada growth chart yang dikeluarkan WHO.

Berat Badan Anak Sesuai UmurKetahuilah bahwa grafik pertumbuhan atau tabel berat badan anak yang disarankan merupakan angka dalam keadaan normal. Lagipula, sebagian anak tampak tumbuh lambat sementara yang lainnya amat pesat. Ada banyak hal yang memengaruhi pertumbuhan seorang anak, misalnya genetis, asupan nutrisi (dimulai sejak kehamilan), aktivitas fisik, hormon, jenis kelamin, serta kondisi kesehatan. Beberapa jenis penyakit seperti diare dan demam typhoid dapat membuang berat badan secara signifikan dalam waktu singkat.

Berat badan anak sesuai umur. Pahamilah bahwa anak gemuk tak selalu berarti sehat. Artinya, Anda tak perlu terlalu merisaukan perihal berat badan anak, selama kemampuan motorik dan sensoriknya berkembang baik dan anak tampak sehat. Di titik tertentu, jika Anda merasa anak Anda tumbuh terlalu lambat, tidak menunjukkan kemajuan dalam hal tumbuh kembang, dan tampak lemas, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter anak untuk memikirkan kemungkinan anak gagal tumbuh.

Kebutuhan Gizi Bayi dan Balita

Banyak orang bilang bahwa masa balita merupakan masa emas atau golden moment. Golden moment untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yang maksimal, sayangnya tidak terjadi pada semua balita. Hanya balita dengan asupan nutrisi tepatlah yang bisa melakukannya. Mau tahu seperti apa dan bagaimana kebutuhan gizi bayi dan balita agar pertumbuhan dan perkembangan otaknya maksimal?

Kebutuhan gizi bayi 0 – 6 bulan

Program ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan bukan tanpa alasan. Hal ini tentu didasarkan pada penelitian banyak ahli gizi yang akhirnya berkesimpulan bahwa kebutuhan gizi bayi hingga usia 6 bulan semuanya ada pada ASI tanpa perlu makanan atau minuman. ASI ini tak ada yang bisa menjadi tandingannya.

Kebutuhan gizi bayi dan balita di atas 6 bulan

Jika bayi hingga usia 6 bulan hanya cukup ASI saja, maka setelah usia 6 bulan, bayi tersebut membutuhkan makanan tambahan. Makanan tambahan tersebut tentu harus bisa memenuhi semua kebutuhan gizi bagi bayi tersebut untuk tumbuh-kembangnya.

Kebutuhan Gizi BalitaPada dasarnya, kebutuhan gizi bayi dan balita itu sama dengan orang dewasa. Hal yang membedakan tentu adalah jumlah dan prioritas kandungan gizi yang diperlukan. Berikut ini beberapa jenis kebutuhan gizi yang diperlukan tersebut.

Protein. Karena bayi dan balita sedang dalam masa pertumbuhan otak, protein merupakan kebutuhan gizi paling utama yang diperlukannya. Protein ini mencakup protein nabati (tumbuhan) dan protein hewani. Contoh makanan yang kaya dengan protein ini di antaranya adalah daging, mentega, keju, telur, susu, dan kacang-kacangan.

Karbohidrat. Sebagai makhluk yang sedang aktif, bayi dan balita tentu membutuhkan energi. Sumber energi ini didapat dari karbohidrat. Sumber karbohidrat yang cocok untuk bayi misalnya saja adalah sereal, beras putih, beras merah, dan juga roti.

Lemak. Selain karbohidrat, bagi tubuh, lemak merupakan cadangan energi. Jika tidak ada karbohidrat, maka tubuh mendapatkan energi dari lemak. Makanan-makanan yang kaya akan lemak di antaranya adalah daging, mentega, susu, keju, telur, dan lain-lain.

Vitamin. Agar metabolisme semua sistem tubuh bayi bisa optimal, bayi dan balita juga memerlukan vitamin. Vitamin ini tentu saja dari vitamin A, B, C, D, E, hingga vitamin K. Makanan yang kaya akan vitamin di antaranya adalah sayuran hijau, sayuran merah, buah-buahan, daging, keju, dan juga susu.

Mineral. Fungsi mineral memang tidak signifikan seperti jenis gizi lainnya. Akan tetapi tetap, mineral ini penting bagi tubuh dan otak bayi dan balita. Makanan-makanan yang kaya mineral di antaranya adalah sayuran segar, buah-buahan, daging, susu, telur, keju, mentega, dan masih banyak lagi.
Nah itulah di antaranya kebutuhan gizi bayi dan balita yang diperlukan.