General Check Up Sebelum Hamil, Perlukah?

Kehamilan adalah hal terindah yang pernah dialami oleh seorang wanita. Kehamilan tidak hanya melibatkan proses fisik akan tetapi juga psikis. Calon ibu yang mengandung pun mengalami banyak perubahan hormonal sehingga menjadikan kehamilan adalah proses yang kompleks.

Hamil memang perlu direncanakan. Apalagi jika kita sudah memiliki anak. Namun demikian bagi pasangan muda yang ingin segera memiliki anak tentunya banyak yang beranggapan bahwa hal ini adalah tindakan yang tidak wajar.

Langkah awal untuk merencanakan kehamilan adalah dengan melakukan tes kesehatan bagi calon ibu. General check up sangat penting dilakukan oleh wanita yang merencanakan kehamilan bersama pasangannya, kenapa demikian?

Profesional beranggapan bahwa setiap kehamilan adalah beresiko. Bisa saja sang wanita tiba-tiba membawa infeksi bawaan yang nantinya bisa menyebabkan terjadinya bayi premature atau bahkan keguguran. Beberapa contoh infeksi yang bisa menyebabkan hal ini adalah infeksi gigi yang serius serta infeksi saluran kemih.

Apalagi jika sang ibu sudah memiliki bawaan penyakit lainnya seperti anemia, tekanan darah tinggi, atau diabetes. Beberapa penyakit yang disebut sebelumnya beresiko untuk menyebabkan keguguran.

Oleh sebab itu disarankan bahwa wanita yang akan merencanakan kehamilan untuk melakukan check up ke rumah sakit guna mengetahui riwayat kesehatannya. Tujuan daripada hal ini selain untuk melindungi kesehatan ibu yang akan hamil tentu saja untuk menghindari resiko terjadinya bayi cacat.

General Check Up Sebelum Hamil, Perlukah?Katakan pada dokter bahwa Anda sedang merencanakan kehamilan dan saat ini memerlukan check up. Dokter tentunya akan segera melakukan perbincangan dengan Anda untuk memeriksa riwayat kesehatan Anda. Ditambah pua beberapa prosedur untuk mengethaui kesehatan lebih lengkap.

Pemeriksaan laboratorium kemungkinan besar akan dokter rekomendasikan seperti gula darah, tokso, atau hepatitis. Jika Anda memiliki resiko yang membahayakan janin atau Anda sendiri tentunya dokter akan memberikan terapi hingga faktor resiko inii bisa dieliminasi.

Pengobatan secara maksimal akan mampu memberikan perencanaan kehamilan yang terbaik bagi Anda. Jika Anda saatnya siap hamil maka diharapkan bayi dan ibu sama-sama memiliki kesehatan yang prima.

Meluruskan Rambut Saat Hamil. Amankah?

Bagi wanita masa kini, rambut lurus atau keriting sudah menjadi pilihan sehingga dapat dibuat di salon. Jika pada masa lampau keriting dianggap lebih cantik dan modis, kini rambut lurus dianggap lebih cantik dan keren sehingga banyak wanita rela berlama-lama di salon guna meluruskan rambut. Lalu banyak pertanyaan terkait meluruskan rambut saat hamil, apakah diperbolehkan, berbahaya atau tidak.

Sebenarnya sebelum kita bicara mengenai aman atau tidaknya meluruskan rambut saat hamil, perlu diketahui bahwa ketika hamil, selain terjadi perubahan fisik, wanita hamil juga mengalami banyak perubahan hormonal. Terjadinya perubahan hormon dapat mempengaruhi tekstur serta protein yang terkandung pada rambut sehingga terkadang rambut wanita hamil sulit untuk diubah entah itu dikeriting maupun diluruskan. Sehingga dkhawatirkan seorang ibu sudah rela duduk berlama-lama diluruskan, namun tidak berhasil dan tekstur rambut tetap kembali pada bentuk aseli yang berombak atau keriting.

Meluruskan Rambut Saat Hamil. Amankah?Selanjutnya, kendala lain adalah ketika hamil ibu sering dilanda rasa mual dan bahkan muntah, sehingga meluruskan rambut saat hamil yang memerlukan proses lama menjadi kegiatan yang menyiksa dan meresahkan. Apalagi jika ibu hamil sensitif terhadap bau-bauan atau aroma yang menyengat, maka tidak disarankan untuk meluruskan rambut, karena dikhawatirkan akan mengalami mual dan bahkan muntah. Padahal untuk diperoleh hasil yang optimal ketika meluruskan rambut, perlu adanya proses yang mantap dan tenang di mana pelanggan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas. Apalagi yang bersentuhan dengan air.

Selebihnya, bahan pelurus rambut juga mengandung senyawa kimia yang jumlahnya tidak sedikit dan juga bersifat keras bagi janin. Dikhawatirkan ada efek negatif yang dapat membahayakan janin.

Dengan membaca penjelasan tersebut di atas, maka sebaiknya ibu menghindari meluruskan rambut saat hamil karena selain terdapat dampak-dampak yang kurang menyenangkan juga boleh dikatakan tidak ada gunanya karena tekstur rambut ibu hamil sulit untuk dirubah. Yang perlu dilakukan oleh wanita hamil adalah menjaga kehamilannya sebaik-baiknya, karena anak merupakan asset masa depan yang tidak dapat dinilai dengan apapun, sehingga sejenak lupakan keharusan meluruskan rambut saat hamil dan tampil percaya diri apa adanya.

Pengunjung Datang Dengan Kata Kunci :

rebonding saat hamil,bolehkah ibu hamil smoothing rambut,smoothing rambut saat hamil,smoothing saat hamil,bolehkah ibu hamil rebonding,bolehkah ibu hamil rebonding rambut,bolehkah ibu hamil meluruskan rambut,smoothing rambut saat hamil muda,smoothing untuk ibu hamil,bolehkah rebonding saat hamil

Mewarnai Rambut Saat Hamil

Trend pewarnaan rambut kini sudah sangat mewabah. Warna rambut bukan hanya untuk anak muda yang ingin tampil mavam-macam saja. Atau untuk orang tua yang sudah beruban. Warna rambut dapat dilakukan oleh siapa saja, usia berapa pun dalam kondisi rambut baik sehat maupun beruban. Pewarnaan rambut dengan sistem toning juga disuka karena mengandung vitamin pemelihara rambut serta jatuhnya rambut menjadi lebih alami. Yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah boleh mewarnai rambut saat hamil?

Pewarna rambut memiliki kandung senyawa mercury yang tinggi. Mercury dapat memiliki dampak yang kurang baik bagi janin. Salah satu dampak yang terjadi adalah kecacatan janin serta keracunan janin. Ada pula penelitian yang menyebutkan bahwa pewarna rambut memicu terjadinya kanker pada janin. Namun saat ini sudah banyak dijual produk pewarna rambut yang minim kandungan mercury. Begitu pula bahan toning rambut juga banyak yang dinyatakan bebas mercury. Sehingga saat ini untuk mewarnai rambut saat hamil perlu memilih produk yang tepat dan aman.

Mewarnai Rambut Saat HamilMemang ketika hamil alangkah lebih baik jika menghindari pemakaian produk perawatan rambut berbahan kimia yang cukup beresiko bagi kesehatan janin. Namun jika memang mewarnai rambut sudah menjadi style sehari-hari bagi ibu hamil yang jika tanpa pewarna rambut ibu menjadi berkurang kepercayaan dirinya, maka yang dapat dilakukan adalah memilih pewarna rambut yang aman. Selain itu ketika mewarnai rambut sebaiknya di salon khusus sehingga tangan tidak bersinggungan langsung dengan pewarna rambut. Kemudian jika terpaksa mewarnai rambut sendiri, disarankan untuk mengenakan sarung tangan plastic yang tidak tembus sehingga tangan tetap steril dari pewarna. Selanjutnya, sebaiknya ketika proses mewarnai rambut baik dilakukan sendiri ataupun di salon, sebaiknya mengenakan masker atau penutup hidung supaya udara yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya tidak terhirup melalui udara pernapasan.

Mencuci seluruh kulit kepala secara bersih setelah dilakukan pewarnaan juga menjadi anjuran supaya tidak banyak terjadi penyerapan senyawa kimia ke dalam pori-pori kulit kepala, sehingga mewarnai rambut saat hamil menjadi lebih aman. Yang terakhir adalah berusaha meminimalisir intensitas atau frekuensi mewarnai rambut ketika hamil.

Pengunjung Datang Dengan Kata Kunci :

bolehkah ibu hamil toning rambut,toning rambut untuk ibu hamil,boleh kah hamil toning rambut

Asam Folat Meningkatkan Kemampuan Mempertahankan Bayi Kembar Pada Program Bayi Tabung

Bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF) adalah proses pembuahan yang terjadi didalam sebuah cawan petri. Sel telur dan sperma diletakkan di dalam satu tempat dan diberi kesempatan untuk terjadinya pembuahan.

Embrio yang terbentuk dari proses tersebut kemudian ditanamkan pada rahim calon ibu. Tanda-tanda kehamilan pun diamati oleh dokter dan perkembangannya dimonitor setiap waktu. IVF menjadi salah satu rujukan bagi pasangan yang selalu gagal dalam usaha mencoba untuk mendapatkan keturunan

Mengapa banyak orang yang masih ragu dengan program bayi tabung?

Asam Folat Meningkatkan Kemampuan Mempertahankan Bayi Kembar Pada Program Bayi TabungDi dunia ini banyak pasangan yang memang tidak bisa mendapatkan keturunan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Hadirnya teknologi IVF menjadikan kesempatan untuk mendapatkan anak terbuka lebar. Sayangnya walaupun sudah banyak cerita mengenai keberhasilan bayi tabung tapi banyak pula suami-istri yang ragu mengikuti terapi ini.

Tingkat prosentase keberhasilan bayi tabung yang tidak bisa dibilang tinggi adalah salah satu faktor pasangan yang enggan melirik program ini. Selain itu harga yang relatif mahal juga menjadi pendorong kenapa orang yang mampu saja yang bisa mengikuti program ini.

Faktor-faktor yang perlu diingat agar bayi tabung bisa berhasil

– wanita yang mengikuti program ini seharusnya usianya dibawah 35 tahun

– prosentase untuk mendapatkan bayi kembar adalah 35% dan 5% untuk menghasilkan anak kembar tiga atau triplet.

– sekali program bayi tabung berkisar antara 120 juta juta

– program bayi tabung sangat aman

– kerusakan genetik bisa saja dialami oleh anak yang dilahirkan melalui terapi ini

Asupan asam folat bisa mempertahankan bayi kembar melalui bayi tabung

Wanita yang berusaha hamil melalui program IVF memiliki kesempatan untuk mendapatkan bayi kembar dengan mempertinggi diet asam folat. Asupan asam folat pada wanita yang menjalani bayi tabung meningkatkan kelahiran bayi kembar. Sehingga di beberapa negara ada aturan untuk memberikan asupan asam folat tertentu agar tidak terjadi kelahiran kembar melalui program bayi tabung. Tingkat keberhasilan ini meningkat 22% setiap peningkatan 100 mgr plasma asam folat yang dikonsumsi.

Jika Program Bayi Tabung Gagal – Apa Yang Harus Dilakukan?

Kegagalan untuk mendapatkan keturunan bagi pasangan adalah hal yang tidak diinginkan. Walaupun sudah banyak melakukan usaha guna mendapatkan kehamilan namun munculnya buah hati yang diinginkan kadang tidak membuahkan hasil juga.

Pilihan pun jatuh pada terapi program bayi tabung atau IVF (fertilisasi in vitro). Bagi suami-istri yang sudah bertahun-tahun mencoba mendapatkan anak secara alamiah, IVF menjadi salah satu cara yang terlihat menjanjikan.

Sayangnya inseminasi buatan adakalanya tidak menghasilkan kehamilan seperti yang didambakan.

Kegagalan IVF

Salah satu masalah terbesar dari bayi tabung adalah kegagalan untuk bisa hamil. Ketidakberhasilan ini lebih dikenal dengan nama kegagalan saat menjalani implantasi. Dalam tahapan ini pasien sudah menjalani beberapa tahapan prosedur bayi tabung akan tetapi gagal saat embrio akan ditanamkan di rahim calon ibu.

Alasan kenapa program bayi tabung bisa gagal

Terdapat sejumlah hal yang bisa membuat fertilisasi buatan ini gagal dan hal ini bervariasi dari satu pasien ke lainnya. Salah satu bentuk kegagalan yang umum adalah sulitnya memindahkan embrio dari cawan petri pembuahan ke rahim wanita.

Kasus lain yang menjadi faktor kegagalan IVF adalah rendahnya sistem ovarium untuk bisa menghasilkan sel telur yang berkualitas. Artinya pasien hanya memiliki sedikit sel telur untu dilakukan pembuahan. Penyebab lainnya adalah  sulitnya menjalani IVF jika pasien menderita sindrome ovarium polisistik.

Apa yang harus dilakukan jika bayi tabung mengalami kegagalan?

Jika Anda berkenan maka kita bisa mengikuti program bayi tabung kedua. Sayangnya memang tidak ada jaminan keberhasilan untuk mencoba yang kedua atau bahkan ketiga.

Jika Program Bayi Tabung Gagal - Apa Yang Harus Dilakukan?Prosedur terapi bayi tabung melibatkan teknik dimana akan meninggalkan bekas rasa sakit pada pasien. Kekurangan lainnya adalah bisa menimbulkan bayi labih dari satu dan adanya kerusakan pada otak bayi.

Cobalah mencari alternatif lain jika Anda mengalami kegagalan kehamilan saat menjalani program bayi tabung.

Kehamilan dengan cara natural

Kehamilan secara alami sangat aman, dan bisa dijadikan alternatif sebagai usaha menggapai kehamilan jika program bayi tabung gagal. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk kehamilan secara natural adalah:

– cobalah untuk lebih memiliki pla hidup yang lebih sehat misalnya diet sehat dan menghindari stress

– ubahlah posisi seks Anda, terdapat beberapa posisi berhubungan yang bisa meningkatkan kehamilan

– tingkatkan kesuburan baik suami dan istri dengan mengikuti program misalnya akupuntur atau hipnoterapi.

Pengunjung Datang Dengan Kata Kunci :

penyebab gagal bayi tabung,penyebab gagalnya bayi tabung,penyebab kegagalan bayi tabung,kegagalan bayi tabung,faktor kegagalan bayi tabung,penyebab bayi tabung gagal,gagal bayi tabung hamil alami,bayi tabung gagal kenapa,gagal bayi tabung,kenapa inseminasi bisa gagal?

Tanda Awal Kehamilan Setelah Melakukan Program Bayi Tabung

Apakah sama tanda kehamilan secara alami dengan kandungan yang dilakukan dengan menggunakan terapi bayi tabung? Jawabannya adalah ‘Ya’, namun beberapa wanita kadang kala masih mengalami kebingungan dengan hal ini.

Proses bayi tabung

Pasangan yang mengikuti program bayi tabungTanda Awal Kehamilan Setelah Melakukan Program Bayi Tabung maka sel telur dari sang istri diambil kemudian diletakkan ke dalam cawan petri untuk selanjutnya dilakukan pembuahan dengan sperma suami. Setelah terjadi pembuahan kemudian embrio akan dimplantasikan ke rahim calon ibu. Begitu embrio sudah tertanam di uterus maka tubuh wanita akan memproduksi hormon yang mendukung kehamilan.

Tanda-tanda kehamilan dengan program bayi tabung

Begitu embrio di implan ke rahim dan kemudian dokter manyatakan bahwa Anda hamil dengan melihat hasil melalui ultrasonografi maka tubuh istri akan secara alami menunjukkan gejala kehamilan.

Berikut beberapa gejala kehamilan melalui inseminasi buatan,

– meningkatnya temperatur suhu basal tubuh

– telatnya menstruasi

– payudara yang mengalami perubahan menjadi lebih lunak

– sensasi kram yang dirasakan diarea bawah perut

– rasa mual yang dirasakan sepanjang hari

– sensitifitas terhadap makanan atau bau-bauan tertentu

– sakit kepala, meningkatnya rasa haus, serta pucat

– berubahnya mood

– sakit dibagian punggung

– sering buang air kecil

Peranan hormon HCG pada kehamilan bayi tabung

Hormon HCG merupakan hormon pertanda kehamilan yang di produksi begitu embrio di tanamkan ke rahim. Dalam jarak beberapa hari setelah proses implantasi maka hormon ini akan dikeluarkan melalui aliran darah. Hormon inilah yang berakibat pada pertanda kehamilan diatas.

Kehamilan yang dilangsungkan dengan menggunakan IVF pengeluaran hormon HCG sedikit lebih lama dibandingkan dengan kehamilan normal. Penyebabnya adalah gejala kehamilan yang ditunjukkan oleh kehamilan yang dilakukan melalui program bayi tabung memerlukan waktu yang lebih lama. Oleh sebab itu penting sekali untuk melakukan konfirmasi dengan dokter yang menangani Anda.

Tes urine, atau melalui ultrasonografi maka dokter bisa memastikan kehamilan dan Anda pun tinggal menunggu gejala kehamilan yang dilakukan melalui proses bayi tabung muncul.

Pengunjung Datang Dengan Kata Kunci :

ciri ciri bayi tabung berhasil,tanda bayi tabung berhasil,tanda tanda bayi tabung berhasil,tanda tanda keberhasilan bayi tabung,tanda tanda kehamilan pada program bayi tabung,Tanda keberhasilan bayi tabung,tanda hamil bayi tabung,tanda kehamilan setelah inseminasi,gejala hamil bayi tabung,tanda tanda bayi tabung gagal

Prosentase Kehamilan Program Bayi Tabung

Pasangan yang hendak mengikuti program bayi tabung akan selalu bertanya mengenai berapa sih prosentase keberhasilan kehamilan pada terapi yang juga dikenal dengan nama fertilisasi in vitro (IVF) tersebut?

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan bayi tabung

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan bayi tabung adalah:

– usia istri, umur wanita mempengaruhi jumlah serta kualitas sel telur yang dihasilkan. Perlu diketahui bahwa sel telur adalah salah satu faktor yang diperlukan untuk terjadinya pembuahan.

– asupan gizi, bayi yang dihasilkan dari program IVF memiliki tendensi untuk mengalami tekanan di pembuluh arteri paru-paru oleh sebab itu makanan bergizi penting untuk pertumbuhan bayi.

– keberhasilan penanaman embrio pada rahim calon ibu. Tingkat kesulitan salah satu tahapan bayi tabung yang satu ini menyebabkan kegagalan kehamilan.

– ketersediaan alat, jenis prosedur, dan keahlihan dari dokter yang menangani.

Berapa prosentase keberhasilan bayi tabung?

Saat bayi tabung pertama kali dikenal tahun 1978 lalu maka tingkat keberhasilannya hanya 1% akan tetapi seiring dengan kemajuan teknologi maka tingkat kehamilan hingga melahirkan sekarang meningkat menjadi sekitar 25%.

Bahkan salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta mengklaim bahwa keberhasilan program bayi tabung mereka adalah antara 30-60 persen terutama untuk pasangan yang usianya dibawah 35 tahun.

Namun rata-rata keberhasilan bayi tabung adalah 30-35% jika dihitung dari semua kasus, dan untuk tahapan bayi yang sudah dilahirkan maka kisaran keberhasilannya turun dari 25-27%.

Prosentase Kehamilan Program Bayi TabungUsia wanita sangat berpengaruh bagi keberhasilan IVF. Semakin tua usia pasangan maka semakin kecil keberhasilan untuk hamil. Wanita berusia diatas 40 tahun maka tingkat keberhasilannya adalah 10%, untuk wanita diatas 45 tahun maka keberhasilannya 1% dan 0% untuk wanita diatas 50 tahun.

Jika Anda dan pasangan saat ini mengikuti fertilisasi in vitro hendaknya tidak memusingkan atas berapa tingkat keberhasilan yang akan diperoleh. Yang lebih penting adalah fokus untuk mendapatkan keturunan dengan cara:

– yakin bahwa mengikuti program bayi tabung adalah salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keturunan.

– menjaga kondisi kesehatan sebelum proses bayi tabung dilakukan sehingga nantinya sel telur dan sperma yang dihasilkan berkualitas sangat baik.

– berdoa, sebagaimana besar usaha kita untuk mendapatkan anak tapi Tuhan-lah yang maha berkehendak dan mengetahui apa yang terbaik bagi kita.