Biasakan Anak untuk Rajin Bertanya

“Ada anak bertanya pada bapaknya….”  sebaris syair itu menggambarkan seorang anak yang selalu bertanya dan selalu ingin tahu tentang sesuatu hal.  Dengan lugunya kadang anak sering bertanya dan akan berhenti bertanya setelah menemukan jawaban yang memuaskan.   Ketika seorang anak belum bisa bicara, kita sebagai orang tua bersemangat mengajari anak untuk bicara.  Dan saat anak sudah pandai bicara, bawel malah ya..orang tua merasa kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan spontan si anak.  Kadang menyulitkan orang tua untuk menjawabnya.

Namun menyetop anak untuk berhenti bertanya juga malah mematikan kreatifitas berpikir anak.  Atau menjawab dengan seadanya dengan harapan anak tidak bertanya lagi.  Atau mungkin membentaknya karena merasa terganggu ?

Kasihan anak-anak, jika keingintahuan mereka yang begitu besar, tiba-tiba harus dihentikan.  Dan pastinya anak-anak akan semakin bingung dengan ketidaktahuannya itu.  Padahal seringnya anak bertanya dan mendapat pengetahuan akan menambah daya pikir yang kreatif, tidak minder dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Bila anak mengajukan pertanyaan yang membingungkan dan kita sebagai orang tua belum punya jawaban yang pasti, katakan ketidaktahuan kita.  Namun setelah kita tahu, maka segera beritahu anak jawabannya tersebut.  Atau kalau memang pertanyaan tersebut belum pantas disampaikan oleh anak seusianya, maka katakan kepada anak, dengan kalimat bijak.

Tapi, selagi kita mampu menjawab pertanyaan anak-anak, jawablah dengan baik dan benar.  Supaya anak-anak tetap termotivasi untuk terus bertanya.

 

 

 


Speak Your Mind

*

CAPTCHA
Change the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code